Archive for September 2013

Momentum



Momentumku terlukis dengan kuas selembut beledu
Torehkan warna-warna pada kanvas bisu
Biru, kelabu, merah jambu, dan ungu.

Perasaanku nyaman bersama biru yang dipulas sang waktu
Kala kugambar sketsa wajah
Dan tawa renyah
Selalu kamu: mampu merangkulku dengan senyum simpul itu.

Gelisahku tiada terkata
Apabila kau menjelma sosok tak terbaca
Sinisme dan analogi pangeran di titik beku
Alasanku untuk warna kelabu, karena acuhmu buatku tergugu.

Kemudian egoku yang paling nyata
Tercermin pada posesif seorang wanita
Menyenandungkan lagu cemburu
Dengan merah jambu di ujung kuasku.

Lantas entah siapa yang mematenkan
Sebentuk hati sebagai simbol kasih sayang
Bagiku cukup sapuan warna ungu
Pamungkas lukisan sosokmu: momentum favoritku.

Yogyakarta, 15 September 2013. 22:51 WIB.


Posted in , , , | 2 Comments

Peduli Apa



Aku menangkap cemberutmu. Kaukira aku tidak tahu?
Alis yang bertaut. Bibir yang mengerucut.
Dalam hatimu pasti penuh gerutu.
Seiring ekspresi sebal mendengar gurauku.
Setiap orang punya selera humor tersendiri.
Dan selera kita berbeda, itu pasti.
Dengan mereka engkau bisa tertawa.
Tapi di depanku kaupasang tampang tak peduli.
Jadi ketika aku bercanda sampai berbuih,
Terpingkal di sini sementara kau merasa risih,
Maaf saja, aku tidak lahir untuk selalu membuatmu bahagia,
wahai teman terkasih. :)

Yogyakarta, 11 September 2013.

Posted in , , , | Leave a comment

Faktanya Kelam dan Kelabu

Kacamata kuda memang harus dilepas sekarang juga. Tak mungkin lagi kita menutup mata atas kekacauan yang terjadi di sekitar kita. Terlebih, kasus-kasus ini menyangkut status kita sebagai remaja.
---
Tahukah sebuah perasaan yang biasa diistilahkan dengan ‘ditampar kenyataan’? Keadaan di mana kita berpikir suatu kemungkinan, namun kenyataan yang terjadi rupanya lebih dari itu. Bisa jadi, fakta di lapangan sama sekali tidak terduga. Akibatnya kita merasa terkejut luar biasa. Kita yang tadinya merasa segalanya baik-baik saja mendadak khawatir akan kemungkinan terburuk selanjutnya. Menyusul kemudian rasa prihatin atas fakta-fakta yang berasal dari lingkungan di sekitar kita.

Hari ini, aku merasa ditampar kenyataan. Aku disadarkan oleh pernyataan “hidup tak seindah di buku dongeng.” Di luar lingkungan rumah dan sekolahku yang membuatku nyaman, ada dunia yang kelabu, rumit dan dapat menimbulkan banyak tekanan. Tentang remaja seusiaku yang berpola pikir menyimpang, punya pengetahuan yang luas tetapi justru disalahgunakan. Sebetulnya, pengetahuan itu bahkan tidak sesuai diterapkan oleh remaja.

Yang kumaksud di sini ialah aktivitas pergaulan bebas yang berkembang pesat di kalangan remaja. Pemikiran bahwa kita harus punya banyak relasi ternyata tak selamanya membawa pada dampak positif. Ketika relasi-relasi dari berbagai latar belakang itu menimbulkan pengaruh yang menggoyahkan prinsip, kita dapat terbawa arus dan berubah menjadi karakter yang sangat berbeda.  Dalam hal ini, remaja yang terhasut pun dapat terlibat pergaulan bebas, tak berpikir bahwa hubungan di luar nikah dapat membawanya untuk lebih jauh melanggar segenap nilai dan norma di masyarakat.

Posted in , , | Leave a comment

Sahabat, Malaikat Tak Bersayap

Harry Potter punya Ronald dan Hermione, seperti juga Percy Jackson yang bergandengan tangan dengan Grover dan Annabeth. Bagaimanakah wujud persahabatan sejati itu? Sudahkah kamu menemukan sahabatmu?
--- 
Dalam hidup ini, banyak hal yang menjadi kebutuhan manusia. Bukan saja kebutuhan secara fisik seperti pangan, sandang, dan papan, melainkan juga kebutuhan psikologis. Kebutuhan psikologis misalnya ibadah sesuai dengan agama, ilmu pengetahuan untuk memperluas wawasan, serta keadaan sosial di mana orang-orang di sekitar kita dapat membuat kita merasa nyaman.

Ketika suasana nyaman itu dapat terwujud tidak hanya melalui interaksi, tetapi juga terlihat ketulusan yang melandasinya, maka jalinan persahabatan bisa tercipta. Ya, persahabatan, sebuah kata yang mengandung berjuta makna. Ini tentang dua orang atau lebih yang mau belajar memahami karakter satu sama lain. Tentang inisiatif berbagi segala hal, baik suka maupun duka. Kesediaan berkorban mengutamakan kepentingan sahabat di atas kepentingan pribadi. Serta, rasa saling percaya yang ditanam dan dijaga dengan sepenuh hati.

Banyak hal yang dapat menjadi titik awal terjalinnya sebuah persahabatan. Sekelompok anak yang memiliki kesamaan dalam berbagai bidang, misalnya. Mereka akan sering menghabiskan waktu untuk mendiskusikan topik yang mereka sukai, sehingga akhirnya tercipta kecocokan satu sama lain. Atau sebaliknya, perbedaanlah yang menjadi alasan untuk mencoba menyatukan pikiran, kemudian berubah menjadi rasa nyaman karena dapat saling melengkapi. Bagaimana pun cerita awalnya, kerumitan yang terbungkus berbagai problematika, sahabat adalah mereka yang mau berjalan bersama kita dalam segala cuaca.

Posted in , , | Leave a comment

Isyarat Istimewa

Jemari bertautan, bergerak di depan dada. Lantas dibalas senyum oleh anak di hadapannya. Mereka bicara tanpa suara, isyaratlah yang menjadi jembatan antara keduanya.
---
Anak-anak difabel atau disebut juga anak berkebutuhan khusus seringkali tersisih dari lingkungannya. Mereka dinilai tidak mampu melakukan aktivitas yang biasa dilakukan oleh anak normal. Kenyataannya, anak berkebutuhan khusus sebenarnya memiliki cara tersendiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Mereka mempunyai potensi yang dapat dikembangkan sehingga kepribadian mereka tetap terbentuk dengan baik.

Dalam hal ini, diperlukan kepedulian dari orang-orang yang ada di sekitar anak berkebutuhan khusus tersebut. Poin yang paling penting adalah bagaimana membuat si anak merasa nyaman dan tidak minder dengan keadaannya. Kemudian, bimbing anak berkebutuhan khusus untuk belajar menyampaikan keinginannya. Tidak terlalu sulit untuk membimbing si anak agar dapat berkomunikasi dengan baik.  Akan tetapi, bagaimana dengan mereka yang tuna wicara?

Sebagaimana kita ketahui, media komunikasi yang paling mudah dan efektif yaitu melalui lisan. Sebaris kalimat diucapkan dengan jelas, maka orang lain dapat menangkap apa yang kita maksud. Begitu juga dalam mencerna informasi, bersyukurlah orang-orang yang dapat menikmati fungsi indra pendengaran dengan baik. Berbeda dengan anak berkebutuhan khusus yang mengalami tuna rungu, di mana dunianya sepi tanpa suara yang dapat tertangkap gendang telinga.

Posted in , | Leave a comment

Egoisme

Aku ini mengeluh saja bisanya

Merengek dan bermanja
Acuh pada waktu yang terbuang sia-sia
Pasang tampang tak berdosa
Sok berwibawa bilang semuanya akan baik saja
Sedang di tangan tergenggam
Butir mutiara yang indah cemerlang
Dipoles dengan doa dan sejuta harapan
Pancarkan kekuatan kasih sayang
Mereka keluarga sehidup semati
Pasrahkan tanggungjawab di pundak ini
Tapi aku menolak peduli
Kutanggap sambil mencaci maki
Segenap egoisme merasuk
Hingga mutiaraku remuk tak berbentuk
Selamanya, aku ini mengeluh saja bisanya.

Yogyakarta, September 2013

Posted in , , , | Leave a comment

Jauhkan Remaja dari Seks Bebas

Sebuah fakta tentang remaja terpampang di hadapan kita: maraknya perilaku seks bebas sudah bukan merupakan rahasia. Generasi masa kini telah banyak melakukan penyimpangan moral dan susila. Tak sedikit remaja yang terlibat aktivitas seks bebas hingga meresahkan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Banyak faktor yang dapat mendorong seorang remaja terjerumus ke dalam budaya seks bebas. Bisa jadi kurangnya pengawasan orangtua menyebabkan remaja sering berganti pasangan, kemudian salah pergaulan hingga akhirnya terjadi tindak asusila yang melanggar hukum. Bisa juga karena adanya paksaan dari pihak lain yang begitu menekan sehingga remaja pun akhirnya menjadi korban.

Apapun faktor yang menjadi alasan remaja dalam kasus seperti ini, rata-rata remaja normal akan merasakan sesal yang mendalam setelah melakukan penyimpangan tersebut. Remaja akan merasa bersalah karena telah melanggar norma di masyarakat. Akan tetapi, tak sedikit remaja yang belum menyadari bahaya perilaku seks bebas sehingga kembali mengulangi aktivitas tersebut. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Sangat jelas bahwa pendidikan seks belum dapat diberikan secara maksimal kepada remaja baik yang duduk di bangku pendidikan formal maupun tidak.

Pendidikan seks merupakan hal yang penting untuk disampaikan kepada anak sejak ia memahami kodrat laki-laki dan perempuan. Pendidikan semacam ini biasanya sudah diberikan oleh guru-guru di Sekolah Menengah Pertama. Akan tetapi, banyak orangtua anak yang menganggap bahwa pendidikan seks mengandung informasi yang tabu untuk dibicarakan. Orangtua seringkali menunda memberikan informasi tersebut karena selalu berpikir, “ah, belum waktunya.”

Posted in , | Leave a comment

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.