Welcome 2015: Page 1 of 365.

pic from tumblr

Perempuan itu menghela nafas panjang ketika mendengar bunyi terompet ditiup dari kejauhan. Lalu suara kembang api mulai memasuki indera pendengarannya. Riuh rendah. Semarak benar kedengarannya. Orang-orang pesta pora menyambut tahun baru di luar sana. Perempuan itu justru menutup diri di kamar, duduk di atas tempat tidurnya, memangku buku bersampul kayu yang hampir terisi penuh oleh catatannya selama setahun terakhir.

Enam bulan pertama, ketika ia masih duduk di kelas dua. Bagaimana ia menikmati sisa masa kerjasama dengan teman-temannya untuk mengisi salah satu rubrik remaja sebuah harian lokal. Bagaimana ia menggarap sebuah program sekolah yang pesertanya dua angkatan. Bagaimana ia menghabiskan waktu dengan teman-temannya untuk bersenang-senang. Main-main, touring, liburan keluar kota.

Enam bulan berikutnya, ketika ia sudah naik ke kelas tiga. Ada beban yang terasa di bahunya; yang membuatnya harus berpikir ulang setiap kali hendak melakukan sesuatu yang dirasa kurang bermanfaat. Ia sudah kelas tiga. Waktu ujian semakin dekat. Tapi bukan berarti waktunya dihabiskan untuk belajar saja. Ia mengecap bumbu-bumbu persahabatan di sana-sini, dengan sedikit konflik serta rangkulan hangat yang menenangkan. Ia tak hanya belajar untuk mempersiapkan ujian, tetapi juga belajar menemukan arti persahabatan yang sebenarnya.

Kini tiba-tiba 2015 terbentang di hadapannya.



Apakah ia siap menghadapi apa yang terjadi tahun ini?

Ia menghela nafas lagi. Kali ini lebih berat. Dalam hatinya bergemuruh sejuta doa dan harapan. Beribu asa yang diawali kata semoga.

...
...
Selamat datang, 2015! Semoga jadi tahun kami. Semoga kami bisa melukis senyum bahagia di wajah orang-orang yang kami kasihi...

Posted in , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.