Kagum ini sederhana saja.

Saat menyadari aku jatuh dalam kekaguman atas dirinya, aku belum benar-benar mengenalnya. Pun saat aku merasa patah hati, aku masih belum juga benar-benar mengenalnya.

Salah siapakah ini? Sontak cermin tertawa, memantulkan wajahku yang buruk rupa, alis bertaut di atas sepasang mata yang redup.

Aku terduduk di ambang keputusasaan.

--

Kalau ada yang patut disalahkan, maka itu adalah dirimu sendiri!

Siapa suruh terbawa begitu jauh bersama sebuah rasa yang mulanya tanpa nama. Beraninya membiarkan rasamu terus tumbuh, menjadi sesuatu yang kemudian kaukenal dengan kagum. Adakah yang mengizinkan? Memberi tanda bahwa perasaanmu boleh mekar berkembang?

--

D i a m l a h.

Bukan maksudku untuk mendebat, tapi aku harus bertanya dua hal:
Perlukah izin untuk mengagumi seseorang?
Dan, benarkah mengaguminya adalah sebuah kesalahan?

--

Dasar keras kepala. Jika kauanggap jawaban atas pertanyaanmu berbunyi TIDAK, maka selamanya kau akan hidup memelihara luka.

Coba dengar, Sayang. Jika kauyakin rasamu yang terlanjur tumbuh itu bernama kagum, maka sungguh ia adalah serumpun daya yang berdiri sendiri. Ia tak berseberangan dengan patah hati, pahamkah kau?

Mengagumilah dengan berani.
Tak perlu takut patah hati…
…sebab kagum adalah rasa yang paling tulus tercurah tanpa pernah mengharap apa-apa,

      s a m a s e k a l i.

--

Yang mudah mengagumi perkara sederhana,

Posted in , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

4 Responses to Kagum ini sederhana saja.

  1. Yep, semacam pergolakan batin gitu

    ReplyDelete
  2. Mudah mengagumi perkara sederhana, tanda seseorang selalu bersyukur akan hal-hal kecil. Semoga Echa selalu bahagia karena hal-hal sederhana, termasuk dengan mengagumi (si)apapun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mbak ameng :") terima kasih sudah mendoakan dan memberi sugesti positif, semoga kebahagiaan pun selalu menghampiri mbak ameng, cihuy!

      Delete

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.