Book Recommendation: Hex Hall trilogy

Buat kamu penggemar novel fantasi tentang makhluk-makhluk selain manusia, serial Hex Hall karya Rachel Hawkins bisa banget dijadikan hiburan untuk mengisi waktu luang. Serial ini terdiri dari tiga buku, dan saya sudah menghabiskan dua di antaranya dalam waktu singkat (saya pinjam sekaligus ketiga novel itu dari Mooiyang sebenarnya pinjam dari Sausanhari Rabu. Hex Hall, seri pertama, mulai saya baca hari Kamis. Jumat dan Sabtu tidak dihitung karena saya pergi ke Semarang, novelnya ditinggal di rumah. Hari Minggu ini, saya menamatkan Hex Hall, dan juga melahap habis seri keduanya, Demonglass. Masing-masing terdiri lebih dari 400 halaman).

Kemungkinan besar malam ini saya akan lanjut seri ketiganya yang berjudul Spell Bound, begadang sampai sahur. Hahaha.

Nah, saya tidak berniat menceritakan ulang kisah penyihir, warlock, shapeshifter, serta peri-peri dengan segala konflik yang mereka alami di sini. Kamu mungkin sudah baca, sebab trilogi Hex Hall sepertinya merupakan novel yang cukup terkenal sejak terbit pada 2010. Atau, kalau pun belum, kamu bisa coba membacanya. Cukup menghibur! Kekuatan novel ini terdapat pada gaya penulisan Hawkins yang banyak mengandung sinisme dan sarkasme dalam percakapan antartokoh. Suasana dan perasaan tokoh digambafrkan secara hiperbolis, yang mungkin bertujuan untuk memberitahu pembaca bagaimana persisnya suatu peristiwa terjadi, atau seperti apa persisnya yang dirasakan tokoh dalam novel. Seperti yang saya bilang tadi, lumayan menghibur.

Sudah agak lama saya tidak melakukan ini—novel marathon. Beberapa minggu belakangan saya memang sangat haus akan bahan bacaan, tapi cenderung ingin baca yang nonfiksi, semacam biografi atau literatur yang berkaitan dengan sejarah atau kebudayaan. Tapi, novel fiksi yang ini boleh juga. Novel fiksi yang bagus selalu membuat saya seperti masuk ke dalam cerita, terlibat dalam setiap aksi baik yang romantis maupun menegangkan. Rasanya seperti menonton film tiga dimensi yang diputarkan tepat di hadapanmu, tanpa LCD, mengambang begitu saja di awang-awang. Entahlah, tapi tampaknya trilogi Hex Hall belum akan diangkat ke layar lebar.

Oiya, mengingat Mbak Ameng yang beberapa waktu lalu minta rekomendasi novel fiksi lewat postingan ini, nah, sudah baca trilogi Hex Hall-nya Rachel Hawkins ini belum? :D

Ternyata ada sekuel keempat! Itu, yang judulnya School Spirits. Ada yang mau kasih pinjam ke saya? :D
P.s.
Awalnya saya berniat mengutip satu paragraf yang berkesan menurut saya, tentang kedekatan Sophie (karakter utama) dengan ayahnya yang tidak pernah dia temui selama enam belas tahun umurnya. TAPI saya lupa paragraf itu ada di halaman berapa dari novel Demonglass. Hiks, beginilah akibatnya kalau tidak langsung mencatat quotes dari sebuah novel, pasti ujung-ujungnya lupa. Padahal biasanya saya mencatat di ponsel, paling tidak nomor halamannya. Nanti saya coba cari lagi, dan kalau ketemu... mungkin bisa saya share di kesempatan lain.

Watch your witch,

Posted in , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

4 Responses to Book Recommendation: Hex Hall trilogy

  1. Waah trims Echaa~ Kebetulan belum baca Hex Hall :D masuk list nih~ :)

    ReplyDelete
  2. halo sis, ngisi waktu luang bisa loh baca serial halo atau heavenly TOP RECOMMENDED!! tema dan gaya bahasanya lebih bikin hati berdesir dan deg-degan ketika baca #halah
    oya fyi sis yg nerbitin itu hexhal udah tutup toko gitu jadi mgkin seri ke-4 bakal masih lama lg terbit dindo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah aku pikir-pikir, baca novel genre begituan bisa bikin mabok loh lama-lama. Awalnya emang bikin relaks, ujung-ujungnya imajinasi ngelantur ke mana-mana wahahahaha!! Bagian romance-nya, maksudku. Kan sedih, mengingat kisah romansaku yang selalu memprihatinkan #EH #ABAIKAN

      Loh tapi kan ada kemungkinan bakal di-manage publisher lain, Mooi. Tapi ya gatau deng.... :(

      Delete

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.