Pages - Menu

Thursday, July 9, 2015

Hei, Kuda!

Tadi saya dan teman saya pergi ke Bentara Budaya. Dalam perjalanan, sewaktu di lampu merah, motor kami bersisian dengan kereta kuda. Saya dengar teman saya berkata dari belakang, "Kasihan, kudanya sampai luka."

Saya pun melihat ke arah si kuda. Benar saja, di punggung kuda itu terdapat bekas-bekas luka, mungkin akibat pecutan kusirnya. Di bagian yang bergesekan dengan tali-tali yang mengikatkan kereta pada tubuh kuda pun tampak sejumlah luka, ditandai dengan warna rambut yang berbeda dari warna tubuh di bagian lain.

Perhatian saya turun ke kaki kuda. Warna kulit pada pergelangan kakinya juga memperlihatkan bekas luka, seperti habis ditambat dengan ikatan yang erat. Bukan hanya satu atau dua kaki, tapi keempatnya, kaki depan maupun belakang.

"Padahal kuda kan juga sewaktu-waktu butuh ndlosor (berbaring) ya? Terus gimana itu kalau kakinya sakit," ujar teman saya ketika saya bergumam tentang kaki kuda.

Ketika lampu berubah hijau, saya pun memacu sepeda motor. Meninggalkan kuda dan keretanya di belakang. Saya dan teman saya masih melanjutkan perbincangan, bertanya-tanya apakah kuda itu kalau tidur harus sambil berbaring. Saya menduga, kuda bisa tidur sambil berdiri.

Ternyata memang kebanyakan kuda tidur dalam posisi berdiri. Beberapa di antaranya bahkan terus berdiri—tidak pernah berbaring—sampai sebulan atau lebih. Kuda mampu melakukan itu karena memiliki sistem untuk saling mengunci di antara ligamen-ligamen dan tulang-tulang kaki mereka, sehingga kaki mereka berada di posisi yang tepat selama tidur. Karenanya, kuda tidak perlu khawatir jatuh saat tidur sambil berdiri.

Bagi kuda, tidur dalam posisi berdiri jauh lebih baik daripada berbaring, sebab kuda punya otot yang relatif rapuh. Berbaring pada satu posisi untuk waktu lama justru dapat menyebabkan kuda mengalami kejang otot. Informasi ini saya dapatkan dari berbagai sumber, tapi terutama dari sini.

Mulanya saya kepingin punya kemampuan tidur sambil berdiri seperti kuda. Kan enak kalau tulang kaki bisa menyeimbangkan tubuh dalam posisi berdiri saat tidur, jadi gampang kalau mau tidur di kendaraan umum seperti bus. Tidak harus cari pegangan. Tetapi saya kemudian membatalkan keinginan itu, berganti rasa syukur. Syukurlah manusia bisa merasakan nikmatnya beristirahat dengan membaringkan tubuh,tanpa ancaman kejang otot serius seperti kuda.

(Anyway setelah saya pikir-pikir, saya jarang naik bus jarak jauh dan tidak dapat kursi, sampai mengharuskan berdiri. Jadi ya, paling tidak bisa tidur dalam posisi duduk.)

Kuda yang penuh luka, semoga suatu saat kebahagiaan menghampirimu. Entah dalam bentuk makanan kesukaanmu yang diberikan tepat waktu, atau pemilik baru yang lebih lembut memperlakukanmu.

P.s.
Proyek pakpolisiblog sudah memasuki hari ke-22! Artinya proyek ini akan segera berakhir, tepatnya saat lebaran nanti. Sedihnya, saya harus menyisihkan sejumlah uang untuk membayar denda absen menulis. Hiks.

Tapi saya senang, proyek seperti ini benar-benar menguji saya untuk konsisten dalam menulis, idenya bisa dari mana saja, sebab bebas menulis tentang apa saja. Tapi ya itu, untuk menghasilkan tulisan yang bermutu dan layak dibaca, sepertinya masih agak susah, karena kudu mikir dulu. Hehehe.

Besok-besok mau nulis fiksi saja, boleh ya?


1 comment:

  1. Wahh baru tau kuda tidur sambil berdiri :D hmmm kadang-kadang aku juga pengen gitu sih. Soalnya kadang repot kalau ngantuk berat waktu ada acara penting. hmm tapi kuda kalau tidur matanya melek atau merem ya?

    ReplyDelete