Pages - Menu

Friday, July 3, 2015

Perjalanan Angel

pic from -

Mama, hari ini Angel pergi meninggalkan kota tempat tinggal kita. Papa yang mengajak Angel turut serta. Papa bilang, hari ini kakek genap berusia delapan puluh tahun. Kakek tinggal di kota sana, dan kini tiba saatnya bagi Angel untuk menjenguk kakek.

Angel menempuh jarak lebih dari seratus kilometer untuk tiba di kota tempat tinggal kakek. Sebenarnya, Angel tidak terlalu percaya pada angka-angka yang menyatakan jauhnya jarak itu, Ma. Toh Angel pergi diantar angin dan gumpalan mega. Angel tinggal duduk santai, mengayun kaki yang menjuntai, menikmati siraman cahaya matahari pagi yang lembut menimpa anak rambut Angel.

Selama perjalanan, Angel melihat pemandangan yang indah-indah, Ma. Pegunungan di batas cakrawala, biru bercampur kelabu samar warnanya. Sawah-sawah hijau terbentang luas. Gemericik sungai menyanyikan lagu-lagu ceria, saling bertukar salam setiap berpapasan dengan batu besar di sudut-sudut kelokan. Angel suka cara alam menuturkan kedamaian, Ma! Angel tertular bahagia!

Tetapi, di balik gedung pencakar langit di sebelah sana, mengapa ada bayang-bayang suramnya? Angel lihat jendelanya berkilauan, seperti juga kilau di mata kanak-kanak yang rumahnya tergusur oleh pembangunan gedung ratusan lantai itu. Angel bingung, anak-anak itu lalu tinggal di mana, Ma? Di mana orangtua mereka? Kolong jembatan dan rumah kardus, masihkah menyimpan harapan di antara takdir yang terasa pahit dan menusuk mata?

Angel menyaksikan kontras negeri, pias menggetarkan nurani, dalam perjalanan Angel kali ini.

Tapi Mama, Angel tidak bisa berbuat apa-apa. Pernah sekali Angel coba membisiki orang-orang berdasi dengan tanya, siapa tahu ada yang bisa mereka perbuat untuk membantu anak-anak tanpa alas kaki untuk menemukan bahagia. Sia-sia. Seringnya, Angel membisiki doa buat anak-anak sebaya Angel saat mereka menutup mata, yang entah kapan kembali terbuka.

Angel tidak tahu harus bagaimana... sebab Angel hanya angel, menjadi saksi dalam sebuah perjalanan, namun tak berhak bertindak, sebab bergantung pada keputusan Tuhan.

Semarang, 3 Juli 2015.

No comments:

Post a Comment