Bagian dari Ini

Ketuk palu, dentang lonceng, tabuhan gong atau apalah itu sudah dibunyikan sebagai tanda dimulainya babak baru, kemudian aku mendapati diriku dibawa meluncur bersama Sang Waktu. Menyusuri jalan berpagar batu, disambut halaman berumput dan bangunan yang makin sering aku tuju. Bertemu orang asing yang seterusnya akan tetap asing atau mungkin nantinya kusebut teman baru.

Tepukan di bahu, dan sesekali terdengar saling panggil nama. Deretan meja, kursi panjang di koridor, kantin, serta sudut-sudut strategis dipenuhi orang-orang. Beberapa di antara mereka berbincang diselingi tertawa, aku menyaksikan saja sembari di kepalaku membenak tanya: siapa aku di antara manusia-manusia ini?

Aku berjalan lurus ke depan, jika kemarin lebih banyak menunduk maka hari ini aku menatap penasaran: cerita apa yang disimpan oleh manusia-manusia ini?

Dari semua yang di luar pengetahuanku, mengenal sedikit demi sedikit adalah sukacita. Mengerti sebagian kecil adalah proses, dan memahami secara perlahan ialah bentuk adaptasi dengan lingkungan baru.

Aku belum jadi siapa-siapa. Aku masih perlu mencari tahu tentang segala sesuatunya. Meski sempat terlintas cemas akan visi masa depan yang belum pasti, aku akan berusaha menjalani hari-hari mendatang dengan segenap prasangka baik—karena satu keyakinan: aku bagian dari ini.

Suatu senja di sana (really!). Captured by me.
Boleh ya, aku jadi bagianmu?

Posted in , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.