Di Rumah Sakit

Ada yang rautnya berhias senyum
terduduk tegak di tepi ranjang, kedua tungkai berayun.
Canda para pembesuk ditimpali dengan tawa
meski sebenarnya dia menyimpan lara
: senyumnya-lah topeng 'tuk sembunyikan derita.

Ada pula muka-muka pucat
bibir kering dan jurang yang dalam terpahat
di antara kedua alisnya.
Syukurlah ternyata sakit yang mereka rasa
tidak seberapa, hanya saja lesu dan pilu itu
sebab tak ada dukungan dari keluarga.

Daripada sibuk menerka,
lebih baik kita berdoa.
Karena kalau terang-terangan bertanya,
nanti dikira tak punya tatakrama.
Setuju ya?   

Rumah Sakit, 28 Februari 2016.

Posted in , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.