Bilakah Kau Membuka Pintu

Suatu hari pada sebuah musim yang berangin
kau berdiri di bingkai jendela rumah
melempar pandang ke seberang jalan
Sjahrirstraat, Leiden, trotoarnya berserak guguran daun

lantas bertanya-tanya:
siapakah kiranya gadis itu
yang berbalut sweter ungu
berdiri saja seakan sedang menanti sesuatu

Gadis itu terpaku sambil balas menatapmu
syalnya dipermainkan angin dan pipinya
pucat menahan dingin
pucat yang beralih rona
semburat merintangi tamparan angin
seiring mata tersenyum membias bening

Kemudian kau membuka pintu rumahmu dan gadis itu
terisak haru, pundaknya berguncang,
ia mengangkat wajah tatkala tangisnya diseka
oleh jemarimu

ia kembali terisak, ketika kau beranjak,
"Mari duduk di ruang tamu, nanti kau bisa
menyeduh sendiri tehmu, aroma melati atau
Pickwick Tea, apapun yang kau mau."

Semarang, 26 Juni 2016.
 

Posted in , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.