Terserah Mereka

Tak perlu mencari yang tidak ada. Dibuat susah dengan dugaan bahwa mereka sudah lupa. Repot memikirkan jarak yang terbentang, komunikasi yang berangsur menghilang -- karena mungkin memang lagi sibuk-sibuknya.

Urus diri sendiri. Stop mengeluh. Jangan manja.

Lakukan yang disuka, yang membuat hati gembira. Bersama orang-orang yang membangkitkan ceria pula.

Mereka yang pergi mungkin akan kembali, suatu saat nanti. Atau tidak juga. Pergi saja, begitu. Menjadi orang asing. Terserah mereka.

Mungkin, salahmu juga yang kurang bisa menjaga?


*bicara pada cermin, malam ini, sebelum pergi ke tempat tidur*


hampir-akhir-Agustus yang muram,

Posted in , , , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.