please just skip. no need to read even a word.

Hidupku aneh banget, deh. Seaneh bangun jam 2.37 dini hari dan mengecek sesuatu di ponsel yang langsung membuat perasaan-perasaan asing itu kembali bermunculan. Katanya sudah mau memaafkan, tapi gak tahu ya kenapa di sisi lain rasanya masih aneh. Seperti melihat bagian dari masa lalu yang terseret-seret ke sana ke mari mengikuti gurat-gurat waktu, tapi dianya sendiri tuh gak hidup di masa yang dinamis itu. Karena dirinya terlanjur mengikatkan diri pada sesuatu yang terlambat disadari. Karena dirinya juga penuh ketidaktahuan, sedangkan aku, yang tahu sebuah kenyataan, seakan-akan tidak berwenang bilang yang sebenarnya ke dia. Berarti aku membiarkan dia dengan kesimpulannya yang melenceng, dong? Ya sih, mirip-mirip begitu. Habisnya aku gak sampai hati membuatnya terpuruk. Padahal dia pernah bikin aku terpuruk. Aku pernah dibuat merasakan hal yang tidak adil. Aku, sejak dulu ternyata memang sudah sering mikir, hidupku aneh sekali. Sudah kucoba berlapang hati. Tapi itu susah banget gila?! Segila kucing di rumahku yang sering lari-lari di atap asbes. Bikin pusing karena berisik dan membuatku cemas bagaimana kalau atapnya jebol. Sama seperti dia yang intervensinya membuatku cemas, bagaimana kalau hatiku tak bisa menjadi lapang dan justru malah dibuatnya berlubang. Karena dia, dia pernah punya tempat di masa laluku... aneh! Aneh! Dan kalau misalnya aku tau hidupku ini aneh, kenapa aku gak bobok saja dengan enaknya tanpa harus membuat catatan tanpa makna????

Note: ini bukan post galau, please. 'Dia' yang kusebut-sebut dalam post ini bukan berjenis kelamin laki-laki. Dia seorang dari masa lalu (seperti sudah kubilang), ibu-ibu yang nyaris jadi ibu tiriku. 

Posted in , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.