Tergantung Diksi

Katanya sih tidak ada yang namanya kebetulan. Saya disuruh percaya, semua sudah diatur sama Sang Pembuat Rencana, sampai serinci-rincinya. Alias sudah takdir. Tapi soal ini? Saya kan tidak punya kosakata lain selain ke-be-tul-an? Habisnya, kalau menyebut takdir, aduuuuh rasanya kok belum pantas. Ini terlalu seperti kisah lucu dan menggelikan. Rasanya sangat ingin terkikik tapi kalau dipikir ya tidak jadi lucu. Remeh ternyata. Menjurus ke miris. Ketawa-ketawa miris ada juga kan? Itu, ketawa yang membuat orang jadi prihatin.

{Tapi, Tuhan-----
nggak apa-apa lho kalau memang ini takdir! Sungguh, saya terima.}

Posted in , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.