Luas dan kosong

Pagi itu ia menyeduh susu bubuk sambil tersedu. Lalu sambil membawa cangkirnya ke ruang tamu, ia menghitung satu persatu langkah kakinya yang menapaki keramik dingin. Tiba-tiba ia merasa rumahnya bertambah luas berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Luas,
                  dan kosong.

Hanya ada dia seorang, termangu karena merasa tak lagi mengenali sudut-sudut rumahnya sendiri.

Ada ruangan yang dibiarkan terkunci,
kamar-kamar yang melompong tak ditempati,
dan sekat-sekat, entah apa yang hendak dibatasi.

Terlalu banyak ruang,
                    terlalu renggang,
                                     terlalu lengang.

Dalam waktu dua puluh empat jam,
matanya telah menjadi bengkak, dan
susu dalam cangkirnya pun basi.

Yogyakarta, 17 Desember 2016  |  09.31

Posted in , , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.