Tak Mudah Mengatakannya

Wajah saya amat jarang dipoles kosmetik. Paling-paling sebatas sunscreen dan bedak tabur yang saya bubuhkan jika hendak keluar rumah. Tetapi hari ini, ada yang mengharuskan wajah saya dirias sedemikian rupa. Supaya tak tampak pucat di depan kamera, katanya. Awalnya, saya ragu, khawatir kulit saya tidak cocok dengan kosmetik yang macam-macam. Namun akhirnya saya membiarkan si mbak perias "menggarap" wajah saya, menarikan kuas untuk meratakan foundation, membuat contour, dan entah apa lagi namanya.

Mbak perias itu berkata, hidung saya bagus. Wajah saya simetris. Saya bilang, sebelah alis saya lebih tinggi daripada yang lain, dengan bentuk tajam yang saya sebut 'alis jahat'. Mbak perias terkekeh. Kami lalu membicarakan hal lain. Ia menanyakan soal kuliah, tempat tinggal saya, dan kami juga sempat bertukar pandangan tentang insiden yang menimpa Mapala yang santer diberitakan media. Tak lama kemudian, saya selesai diriasnya. 

Masih ada waktu beberapa menit sebelum taping untuk acara talkshow dimulai. Kami dipersilakan menikmati kudapan di sisi kolam renang yang birunya seakan memanggil-manggil untuk berendam. Saya menghampiri salah satu meja. Mbak yang tadi merias saya duduk di seberang sambil mengunyah risoles.

"Papah sama mamahnya masih muda, ya."

"Eh?" Saya batal menyeruput teh. Cangkir yang sudah setengah jalan saya letakkan kembali di atas meja.

"Iya, usiamu sembilan belas dan kamu anak pertama. Papah-mamahmu pasti masih muda, kan?" Perias itu memperjelas maksudnya.

"Oh..." Saya tak menemukan kalimat untuk melanjutkan 'oh' saya. Tepatnya, tak mampu mengatakan yang sebenarnya. Hanya menyambung dengan bisikan dalam hati: ya, bapak dan ibu saya masih muda saat mereka meninggal dunia... 

Terkadang, saya memilih tak menceritakan hal tersebut kepada orang yang baru saya kenal -- bahwa bapak dan ibu saya sudah meninggal -- bukan karena ingin menyembunyikan realita, melainkan karena tak ingin merusak suasana.

P.s. Terus terang, saya kurang suka hasil riasan saat itu. Membuat saya terlihat seperti ondel-ondel (ini mah saya saja yang dasarnya tidak terbiasa dirias. Maaf ya, Mbak). :( 

Yogyakarta, 2 Februari 2017.

Posted in , , , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

One Response to Tak Mudah Mengatakannya

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.