Curhat si pengagum rahasia - bagian 1

Mungkin mbaknya pemalu, mungkin juga lagi jerawatan? [pic from here]
Pernahkah kamu merasa sangat meyakini sesuatu, begitu percaya pada intuisimu, namun kemudian terjadi peristiwa yang meruntuhkan keyakinan itu? Cukup lama kamu berpikir bahwa kamu ada di jalan yang benar, sehingga kamu terus berjuang menjalani waktu demi waktu, tetapi ternyata apa yang kamu temukan di ujung sana tidaklah sesuai harapan.

Lalu kamu berpikir ulang, apa sesungguhnya yang menjadi tujuanmu?

Apa sesungguhnya wujud dari perasaan-perasaan bersemangat itu?

Saya menulis ini sambil ingin menangis. Rasanya sesak sekali. Ingin menangis kencang, begitu saja, tanpa tahu pasti mengapa saya harus melakukan itu. Mungkin supaya lega. Mungkin juga sekadar pelampiasan atas apa yang telah saya lakukan (meski di akhir ketahuan kalau keliru), atau justru apa-apa yang tidak saya lakukan...

HEHEHE bingung nggak? Bingung, kan? Rada-rada nggak konkret sih ini sama kejadian sebenarnya... tapi ya suka-suka saya dong mau menuliskannya dengan cara bagaimana... Hahaha.

Sejak dulu, saya kalau suka sama orang nggak pernah terang-terangan. Apalagi sampai orang yang saya taksir itu tahu, duh kepingin menghilang saja dari muka bumi ini deh kalau sampai kejadian begitu. Hanya sahabat-sahabat terdekat saja yang saya beritahu soal rahasia hati ini, sahabat yang bisa dipercaya untuk jaga rahasia dan bukannya malah koar-koar ke mana-mana. Akan sangat mengesalkan bagi saya kalau misalnya sahabat-sahabat ini juga kenal sama orang yang saya taksir, terus mereka ribut dan bertingkah aneh tiap saya papasan dengan si dia, atau berisik bilang ke dia, "dapat titipan salam dari Sekar!", padahal saya tak pernah menitipkan apa-apa.

Titip tagihan utang, mungkin. Tapi titip salam? Hmm... saya kalau titip salam tuh murni ke teman-teman yang jarang saya temui saja, bukan dengan niat modus.

Selalu begitu. Saya mengagumi orang diam-diam, tanpa bermaksud melancarkan jurus pendekatan terhadapnya. Saya sadar betul, saya nggak bisa mulai duluan; lebih tepatnya, nggak pintar cari cara. Berkali-kali saya berbincang dengan salah satu kawan yang kebetulan setipe dengan saya dalam hal ini, dan kesimpulannya tetap sama: kami tidak pintar menentukan langkah awal, sehingga harus merasa cukup dengan menyimpan kekaguman dalam hati.

Tetot! Kayaknya ini bakal jadi postingan yang lumayan buka-bukaan soal diri saya, hahaha.

Oleh karena saya selalu mengagumi dalam diam, tentunya orang yang saya suka itu tidak tahu akan perasaan saya. Akibatnya, saya sering patah hati ketika suatu waktu saya mengetahui si dia dekat dengan perempuan. Secret admirer macam saya ini lantas bisa apa? Hanya bisa menghibur diri sambil ngeletuk es batu. Halah.

Gitulah pokoknya.

Hubungannya sama paragraf pertama?

Hmm. Orang yang saat ini sedang saya kagumi, membuat saya 'seakan-akan' merasa patah hati. Bukan karena dia menunjukkan gelagat sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain. Melainkan karena dalam satu pertemuan, dia meruntuhkan apa yang saya percayai tentang dirinya.

Saya yang tadinya merasa cukup mengenalnya, tiba-tiba sadar kalau bisa saja saya selama ini salah sangka.

Saya yang tadinya begitu yakin akan perasaan kagum ini, berubah meragu dan bertanya-tanya, apa yang mulanya membuat saya mengaguminya?
Ya sudah. Biarkan perasaan ini menggantung di udara, entah mau menguap atau akan bertahan nantinya.
—Sekar kepada seorang kawan kepercayaan.

Ajaib, weh. Usai saya mengetik ini, saya nggak jadi kepingin nangis. Malah ingin tertawa selepas-lepasnya atas hidup yang penuh kejutan, sampai teraduk segenap perasaan!

Kemungkinan topik ini akan dilanjut lain waktu, see you.

Posted in , , , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

4 Responses to Curhat si pengagum rahasia - bagian 1

  1. halo Sekar, awalnya aku iseng buka blogmu, eh ternyata kamu punya postingan terbaru toh, hehe. sialnya (iya, ini sial banget) apa yang kamu tulis disini juga sedang daku alami hiks. yasudah lah takpapa. sudah malam, jangan lupa bobok!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang terasa lucu ya Lind, membaca sesuatu yang mirip sama kisah kita sendiri. Gantian kamu cerita di blogmu dong :p

      Selamat malam, selamat nugas!

      Delete
  2. Kak :( lagi kayak gini juga persis baru kemaren ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah Nadia mampir ke sini juga... Mana nih postingan traveling terbaru?

      Wakaka jangan sedih. Dinikmati aja biar greget :p

      Delete

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.