Lihat langit, ingin ke laut

Seminggu terakhir, saya sering ada di jalanan pukul delapan pagi dan setengah tiga sore, menatap langit yang terbentang demikian indah. Biru, cerah, sekaligus lembut membalas tatapan saya.

Melihat langit yang bersahabat itu, selalu terbersit di benak saya: ingin ke pantai! Membayangkan hampar langit menjemput batas laut yang sama birunya. Merasakan udara bersih, dihibur debur ombak, memandang jauh formasi camar di cakrawala.

Di saat-saat seperti ini, saya mengeluhkan padatnya kota. Butuh waktu hampir dua jam perjalanan darat dari tempat saya berada, jika ingin memenuhi panggilan samudra.

Kelak, saya ingin punya rumah di pinggir kota saja. Dekat dengan laut, kalau bisa.

Saya akan membangun rumah di atas pasir. Tidak, jangan rumah. Cukup pondok kecil dari kayu, dengan kaki-kaki di keempat sudutnya, serta tangga di muka pintunya, yang dari sana saya bisa belajar pada giatnya mentari, bijaknya laut, serta lapangnya langit.

credit: instagram @sejkko

Yogyakarta, 15 Mei 2017.


Posted in , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.