Pendiam or slengean?

'Saya cocoknya dengan cowok yang bagaimana?' adalah pertanyaan saya kepada dua orang kawan, kemarin di warung Mie Bandung Kridosono. Saat itu siang menjelang sore, saya menunjukkan tempat makan mie (yang menurut saya) enak kepada mereka yang kelaparan. Biasalah anak kos, sarapan dan makan siang dirapel di akhir waktu (saya juga sering, padahal nggak ngekos).

Hamima dan Agista -- nama dua teman itu -- sepakat: saya butuh cowok yang agak slengean, tapi sekali waktu juga bisa menjelma arif dan bijaksana.

Nah loh. Gimana tuh.

Slengean, alias banyak tingkah, pandai melawak. Maksudnya biar mengimbangi watak saya yang (menurut dua kawan ini) suka kebawa serius dan banyak diamnya. Cowok ini, di sisi lain harus juga bijaksana, mampu bersikap dewasa, agar bisa momong saya. Wakakaka... bakal ketemu nggak ya cowok yang begitu? Atau malah sudah? #lha

Tadinya saya mau membantah. Perasaan, saya nggak begitu serius kok orangnya. Asal kumpul sama yang bikin nyaman, saya cenderung ceriwis dan nggak jaim. Tapi ya sudah. Mungkin image saya di mata mereka memang begitu adanya.

Kalau mengikuti opini Hamima dan Agista, berarti saya nggak cocok sama cowok yang saya taksir sekarang, dong? Soalnya dia ini orangnya tenang. Agak pendiam. Kecuali kalau sedang di antara teman-teman terdekatnya, barulah dia banyak omong dan ikut melontar gurauan. Nah... tuh kan mirip kayak saya! Masa nggak cocok? Hahahaha. :))

yang penting pantang menyerah dan rela berkorban. nggak harus superhero kok *kemudian nyanyi something just like this-nya coldplay ft. the chainsmokers*

See u in future ya lelaki pilihan Tuhan,

Posted in , , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

anaphalise - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.