Pages - Menu

Thursday, August 3, 2017

Ngolong Tangga

Selalu menyenangkan menghabiskan waktu dengan teman-teman relawan Kolong Tangga.

Lupa cek ponsel, lupa bersedih, lupa ngerjain paper #eh, ingatnya cuma cerita-cerita yang bikin ketawa.

Apapun kegiatannya, mulai dari training workshop, 'disidang' Pak Rudi sang kurator sambil duduk melingkar untuk 'dijejali' wejangan darinya (baca: pengarahan), meeting bulanan, sampai dodolan demi ngumpulin dana dijalani dengan sukacita.

Perburuan warung makan yang masih buka di jam-jam menuju tengah malam pun jadi kebiasaan usai berkegiatan. Barangkali, kelak kami jadi orangtua yang mewanti-wanti anak agar tak pulang larut malam—atau mungkin juga tidak. Tetapi kini, selagi muda, izinkan kami pulang diantar pendar rembulan, setelah obrolan panjang, tukar pikiran, dan ragam bahasan yang kami sebut: proses pembelajaran.

Ah, ya. Mungkin karena aku paling muda di sana, aku banyak belajar dari mbak dan mas yang lebih berpengalaman dalam banyak hal. Rasanya aman. Diayomi, didengarkan, dan banyak menerima masukan.

Terima kasih, Kolong Tangga.

Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk berproses bersama. Aku senang jadi relawan Kolong Tangga. Jangan terus-terusan tanya hal yang sama (dear Pak Rudi, yang sering tanyai relawan, 'kamu senang dengan itu, eh?') —SUNGGUH aku akan tetap mengulang jawabnya: aku SENANGGGG jadi relawan Kolong Tangga!



P.s. hei, aku pakai kata ganti 'aku' dan bukan 'saya'! Ini hanya terjadi di postingan yang sangat personal saja! (wkwkwk nggak juga, sebenarnya sih suka-suka. :p)

2 comments:

  1. Salam kenal, Mbak Sekar. Ini kunjungan balik saya dari postingan tentang Belitung dan Pak Cik Andrea di blog saya :)
    Semoga masa mudanya selalu menyenangkan, ya. Untuk dikenang bila nanti telah berumah tangga dan ada anak-anak yang menampung cerita masa muda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kunjungan balasannya, Mbak! Haaaa Aamiiin ya Robb, masa muda nano nano hahaha

      Delete